Friday, 30 November 2012

Day 09 - a song that you can dance to


Ada dua kandidat lagu yang ingin saya ceritakan untuk meme song tentang menari-nari ini. Yang pertama adalah, tari Saman nan berkesan yg videonya bisa ditengok disini

Jadi, batch 2008 ITC mempersembahkan tari Saman di International Evening. International Evening ini semacam event tahunan di kampus saya, dimana setiap negara berpartisipasi menampilkan cultural performance. Indonesia juga ga mau kalah dong. Lalu kami menari Saman-lah. Rasanya para pelajar Indonesia yang pernah belajar di luar negeri pasti mengalami menarikan Saman. Karena tariannya masal, unisex, gerakannya sebenarnya sederhana tapi tampilan akhirnya memukau pemirsa. Periode tari Saman ini salah satu momen yang paling memorable buat saya. Seru sekali setiap malam berlatih tari Saman, menghapal lirik bahasa Aceh, juga brantem-brantem kecil penuh intrik. Hehe.

Kami tampil terakhir. Dari riuhnya tepuk tangan dan hebohnya komentar teman sekelas di hari berikutnya, boleh dibilang ini penampilan yang sukses. Tambahan lagi, si supervisor (walaupun waktu itu belum jadi supervisor) mendatangi saya di after party dan berkomentar, “I think Indonesia’s dance was the best performance tonight,” dengan mata berbinar-binar. “Thank you,” saya menjawab sopan tanpa sadar bahwa semenjak itu matanya sudah menyihir saya.
Yo oposeh kok malah supervisor.

Ah iya, selesai tampil ada party, lengkap dengan sound system jedang jedung, lampu disko, dj dan bar dadakan. Saya masih gembira karena tari Saman barusan. Tanpa berganti busana, masih dengan iket kepala ala Reny Jayusman mau ronda, saya bergabung bersama teman-teman sekelas bersenang-senang di lantai dansa. Senang sekali.

Malam itu rasanya punya saya sendiri. Karena selain tampil di panggung dan dipuji oleh supervisor, semaleman saya berdansa dengan cowok ganteng. Kami tidak sempat bertukar partner, atau ya memang tidak mau. Hihi. Lagu apapun yang dimainkan dj, kami menari walaupun gerakannya makin ngarang. Saya tambah keras tertawa-tawa dan dia nampak bahagia. Rehat sejenak, dia pergi ke bar lalu kembali dengan segelas bir dan segelas air keran. Sudah jelaslah, siapa minum yang mana.

Lalu kami menari lagi. Dan tiba-tiba dj pun memainkan Hips Don’t Lie-nya Shakira. Saya seperti kerasukan roh shakira dan berputar-putar begitu gembira. Semakin dangdut rasanya, tapi lagu itu begitu rancak sampe rasanya ga sanggup untuk ga bergerak. Dan mempunyai partner cowok ganteng saat lagu ini sangatlah pas, 'Oh baby when you talk like that, you know you got me hypnotized.' Megal megol ga brenti-brenti. Atau itu pengaruh birnya ya?


Di pesta-pesta berikutnya Hips Don’t Lie selalu diputar. Dj-nya memang kurang kreatif. Sudah pasti, saya bawaannya ingin menari-nari. Terlepas dari partner-nya ganteng atau ga, atau berapa kadar alkohol dalam darah. Terlepas international evening sudah lama berlalu, dan banyak lagu lainnya yang enak buat bergoyang. Bagi saya, lagu ini cocok sekali buat quotes terkenalnya Mark Twain: <b>“Sing like no one's listening, love like you've never been hurt, dance like nobody's watching, and live like its heaven on earth.”</b>

Jadi marilah semuanya…

And I'm on tonight
You know my hips don't lie
And I am starting to feel you boy
Come on lets go, real slow
Don't you see baby asi es perfecto


Maaf liriknya tidak ditampilkan disini. Panjang bok. Pergi aja kesini.


Day 10 - a song that makes you fall asleep


Saya punya playlist di windows media player judulnya bunuit. Isinya kurang lebih 17 lagu. Bisa ditebak, baru sampai lagu ketiga saya biasanya sudah molor jaya. Nah, lagu di urutan ketiga itu adalah Lover Lay Down by Dave Matthews Band.

Intro gitar akustiknya lirih sekali dan selingan saxophone-nya begitu manis. Cara Dave Matthews melagukan “Together share this smile...” membuat saya tersenyum sebelum tidur. Juga bagian “Say lover, say lover, say lover, say lover...” So sweet.

Lagu ini ada di album Under the Table and Dreaming,  album perkenalan saya dengan Dave Matthews Band. Lover Lay down terselip di antara hits Ants Marching, What Would You Say dan Sattelite. Lagu lainnya semangat, apalagi Ants Marching, bikin melonjak-lonjak saat sikat gigi pagi-pagi. Sementara Lover Lay Down membius, hangat seperti selimut dan ujung-ujungnya fade away sembari saya juga fade away to sleep.

Baca-baca di songmeaning, katanya lagu ini bercerita tenang Dave Matthews mengajak ‘down’ pacarnya. “Chasing me all around. Leading me all around, in circles.” Hehe. Paling bisa deh Dave Matthews bikin lagu kinky-kinky gimana gitu, tapi tetap manis tanpa ada kesan vulgar. Mirip-mirip sama lagunya yang menurut saya lagu sexy sepanjang masa,  Crash Into Me, terutama di liriknya “Hike up your skirt a little more. You wear nothing but you wear it so well.” Duh, jadi ga enak duduk.



Playlistnya sendiri disusun waktu kuliah di Belanda. Saya masih ingat sekali suasana sebelum tidur. Laptop sengaja tidak dimatikan tapi layarnya saya arahkan membelakangi saya. Playlist diputar dengan shuffles and repeat mode off. Lampu remang-remang, jendela tanpa tirai dan seringkali dinginnya minta ampun. Saya tidur di balik duvet krem beralaskan selimut fleecemerah. Saking dinginnya, selimut saya jadikan seprai. Saya pun bergelung begitu rapat dengan kaos garis-garis.
Yang tertinggal di ingatan saya, suasana waktu itu berwarna biru. Biru tua. Entah atas dasar apa. Mungkin itu warna langit di Enschede. Biru pekat dengan angin menderu-deru di luar. Kadang ada bulan. Kadang ada salju. Kadang jam 9 saya udah pingin nyetel playlist bunnnuit tapi masih ada semu-semu matahari. Kadang (sering malah) belum sempat nyetel playslit bunnuit saya sudah ketiduran di berbagai posisi yang aneh, tapi pagi-pagi terbangun di ranjang. Ranjang saya sendiri loh. Saya sendiri atau ga... errrr, dengerin lagunya sambil tarik selimut yuk! *mengalihkan pembicaraan* *peluk woofy* ah iya, saya tiap malem tidur sama Woofy :)

Lover Lay Down – Dave Matthews Band

Spring sweet rhythm dance in my head , slip into my lover's hands
Kiss me oh won't you kiss me now, and sleep I would inside your mouth

Don't be us too shy, knowing it's no big surprise
That I will wait for you, I will wait for no one but you

Look please lover lay down, spend this time with me
Together share this smile, lover lay down

Walk with me, walk with you
Hold my hand your hands, so much we have dreamed
And you were so much younger
Hard to explain that we are stronger

A million reasons life to deny
Let's toss them away, see you and me we
Lay down look see, she and he
By my lover's side
Together share this smile
Each other's tears to cry
Together share this smile
Lover lay down

Oh please
Look please lover lay down
Oh please lover lay down
And you weep
Lover lay down
Cause it's over
Lover lay down
Say lover, say lover, say lover, say lover, say lover
Could I love you
Could you love me (4x)
Darling it's
All the same (4x)
'Til we dance away (4x)
Chasing me all around
Leading me all around
Leading me all around in circles (2x)
Say.. 

Day 11 - a song from your favorite band


Sebenarnya ini agak double dengan memesong Day 19 (nantikanlah!), tapi biar ga pusing, biarkanlah saya menghadirkan lagu ini disini ya: a song from my favorite band and from my favorite album.

<i><b>Cherub Rock – Smashing Pumpkins</b>

Freak out, and give in
Doesn't matter what you believe in
Stay cool, and be somebody's fool this year
'cause they know, who is righteous, what is bold
So I'm told

Who wants honey, as long as there's some money
Who wants that honey?

Hipsters unite, come align for the big fight to rock for you
But beware, all those angels with their wings glued on
'cause deep down, we are frightened and we're scared
If you don't stare

Who wants honey, as long as there's some money
Who wants that honey?

Let me out 4x

Tell me all of your secrets, cannot help but believe this is true
Tell me all of your secrets, I know, I know, I know
Should have listened when I was told</i>

<iframe width="425" height="349" src="http://www.youtube.com/embed/I5nJcfB0f30" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe>

Pertama ngeceng Smesing waktu mereka membesut double album <i>Meloncollie and the Infinite Sadnes</i>s. Lagu <i>1979</i> dengan video klip orang-orang party itu loh, kena banget. Tapi hati saya dimenangkan seluruhnya ketika iseng meminjam album <i>Siamese Dream</i>. Kasetnya diputar bolak-balik, tanpa henti, menemani saya belajar untuk ulangan matematika, kimia, fisika, dan banyak lagi.

Album Siamese Dream juga menjawab pertanyaan: <i>‘Name one record that you wanna be stranded with in an island.’</i> Yes, Siamese Dream. Sudah terbukti pada saat kerja praktek di NTT dulu, kan masih jamannya walkman tuh. Dan saya cuman bawa 3 album, yang mana salah satunya ya album ini. Kembali diputar-putar menemani saya menjelajahi site tambang emas itu. Dari kamar yg nun jauh disana, makan di mess hall, ngecengin cowok di lapangan basket, pinjem buku di perpustakaan dan aktivitas-aktivitas lainnya.
Tahun-tahun berikutnya lagu-lagu Siamese Dream selalu wajib ada di dalam MP3 Player. Satu lagu yang paling sering berkumandang adalah <b>Cherub Rock</b>. Walaupun ga ngerti lagu ini tentang apa, tapi ajaib deh, lagu ini selalu memberi kekuatan. Rasanya semangat gitu setelah dengerin lagu ini kenceng-kenceng. Waktu thesis lagu ini diulang-ulang sambil berkutat mengulik skrip model gempa dengan bahasa fortran.

Katanya sih, lirik lagu ini bercerita tentang sebelnya Billy Corgan terhadap industri rekaman. <i>‘Who wants honey? As long as there is money...’</i> Dia pun berteriak-teriak <i>‘Let me out, let me out...’</i> Yang mana suka sekali saya ikuti. Saya juga suka mendendangkan riff gitarnya itu. Ciamik punya memang, sehingga lagu ini masuk list Guitar World's list of the 100 greatest guitar solos of all time, walopun hanya di urutan ke-97.

Kenapa Smashing Pumpkins dinobatkan sebagai ‘My favorite band’, hmm... Kenapa ya? Saya suka sama lagu-lagunya, dari mulai yang full distorsi gitar seperti <i>Cherub Rock</i> ini, sampai ke lagu lirihnya <i>Luna</i> dan <i>In the Arms of Sleep</i>. Terus terang saya lebih suka waktu jamannya James Iha masih bergabung. Image-nya itu loh, melankolis abis. Saya kira, Iha-lah yang menulis lagu-lagu sendu SP, tapi ternyata, Smashing Pumpkins memang Billy Corgan. Mau ga mau saya harus mengakui, Billy-lah yang memberi sentuhan mejik di lagu-lagu SP. Membuatnya melodius dengan lirik yang puitis. Seperti katanya di Cherub Rock:

<b>‘Stay cool, and be somebody’s fool this year.’</b>

Day 12 - a song from a band you hate


Lama sekali tidak menulis untuk meme song. Maaf pemirsa. Alasan klasik, tentulah sibuk, tiba-tiba lebih senang berkutat dengan database daripada pilih-pilih lagu. Iyes, saya memang segitu geek-nya, suka asik sama Microsoft Access :(
Alasan lain, oh tema memesong Day 12 ini menurut saya ga asik banget. Kata siapa tuh ya, Hate is a strong word, semenjak itu saya berhati-hati sekali menggunakan kata itu. Eh apa sih kok jadi dalem. Hehe... Yah begitulah, ujung2nya kalo ada lagu yang ga saya suka dari seekor ben, saya akan berusaha berpikir positif, oh mungkin lagu lainnya enak. Setelah mendengar lagu lainnya dan ga suka juga, saya mengesampingkan ben itu, mungkin bukan selera saya. Kalau mengutip buku Manjali dan Cakrabirawa, ini bukan masalah mana yang lebih baik, tapi masalah menarik dan tidak menarik.

Tapi karena sudah berjanji akan rajin menulis demi memesong ini, maka saya memaksa otak dan playlist, mencari lagu dari grup musik yg saya sebel. Yang ternyata susah juga, karena biasanya kalo udah ga suka, saya dengan gampang klik kanan, lalu klik Delete. Maklum kapasitas disk terbatas. Begitu juga dengan ingatan di otak, lupa deh band apa yang dibenci.

Setelah berhari-hari menunda, baiklah kita putuskan saja untuk menampilkan video klip berikut untuk pemirsa:
<b>Pupus – Dewa</b>

<iframe width="425" height="349" src="http://www.youtube.com/embed/Ug0V4fQDYUU" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe>

Kenapa Dewa, ya karena.. hehe, untuk alasan yang tidak bisa dijelaskan, saya sebel sama grup musik ini. Diduga sih karena kelakuan pentolannya yang begitulah. Saya cukup menyukai Dewa 19 dengan formasi awal, dengan lirihnya suara Ari Laso dan dentingan gitar Andra. Tidak pernah tergila-gila, tapi saya dengan malu-malu mengakui bahwa lagu Kangen, Aku Milikmu dan Tak Kan Ada Cinta yang Lain itu adiktif. Pun, saya cukup suka mereka walaupun berganti-ganti drummer hingga di album Pandawa Lima. Tapi setelah itu, wew, terpaksa menggunakan kata Hate.
Saya memutuskan untuk memblacklist Dewa walopun disitu ada Elfonda dengan lengkingannya yang khas dan Yuke yg, ehem, manis. Lalu kenapa lagu Pupus yang bertengger disini? Karena lagu ini ternyata cukup sering diulang-ulang saat ngamen waktu di Enschede dulu. <i>“Aku mencintaimuuuu, lebih dari pembantukuuuu... Uuuu...”</i> dan saya sungguh terkesan saat melihat klipnya yang Baladewa version ini.

Video klipnya berkesan karena saya seru-seruan ketawa melihat berbagai ekspresi Baladewa yang hapal betul seluruh lirik lagu Pupus dan menyanyikannya dari lubuk hati yang terdalam. Ah yes, <i>‘cintaku bertepuk sebelah tangaaannn..’</i> tentu sangat dekat dengan kisah kita, ya ga? Editingnya cukup rapih dan memotret fans Dewa dari berbagai lapisan. Dari yang bercucuran keringat, berkaos lusuh, hingga artis bersolek manis dan ikut bernyanyi di sudut aman panggung. Rasanya trenyuh gitu menyaksikan sebegitu banyak orang berlagu bersama.

Bisa dibayangkan kalau ditengah-tengahnya saya bilang ‘I hate Dewa!’ saya mungkin akan dikeroyok. So, there, <b>hate is a strong word</b> after all.
Dan untuk sematannya, saya beri bonus track <i>Kita Tidak Sedang Bercinta Lagi</i>. Ga ada alasan, dengerin aja deh :)

Day 13 - a song that is a guilty pleasure


Haaaah. Kembali stuck dengan tema memesong yang membuat bingung. *celingak celinguk*
Tapi daripada terhanti sedangkan tantangan meme ini belum juga sampai setengahnya, lebih baik kita lanjutkan saja. Dengan apapun caranya.

<b>Sunday Morning – Maroon 5</b>

<i>Sunday morning rain is falling
Steal some covers share some skin
Clouds are shrouding us in moments unforgettable
You twist to fit the mold that I am in
But things just get so crazy living life gets hard to do
And I would gladly hit the road get up and go if I knew
That someday it would bring me back to you
That someday it would bring me back to you

That may be all I need
In darkness she is all I see
Come and rest your bones with me
Driving slow on sunday morning
And I never want to leave

Fingers trace your every outline
Paint a picture with my hands
Back and forth we sway like branches in a storm
Change the weather still together when it ends

That may be all I need
In darkness she is all I see
Come and rest your bones with me
Driving slow on sunday morning
And I never want to leave

But things just get so crazy living life gets hard to do
Sunday morning rain is falling and I’m calling out to you
Singing someday it’ll bring me back to you
Find a way to bring myself home to you

And you may not know
That may be all I need
In darkness she is all I see
Come and rest your bones with me
Driving slow?</i>

<iframe width="425" height="349" src="http://www.youtube.com/embed/S2Cti12XBw4" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe>

Salah satu hits favorit saya dari Maroon 5. Lalu, what’s so guilty about this song? Halal-halal aja disukai toh. Lagunya memang enak, dentingan pianonya asik, liriknya juga yeah, khas album <i>Songs About Jane</i>, tentang patah hati. Dan Adam Levine di video klip ini terlihat sangat sexy dengan kaos lengan panjang dan sneakersnya, menari-nari bikin gemes.

Baiklah dimulai curcolnya. Lagu ini, walaupun sudah berkali-kali dinyanyikan saat karaoke, dan diputar mengiringi berbagai pejalanan, tetap saja selalu mengingatkan masa muda dulu. Ups, ketauan tuanya.

Jadi dulu itu, masa muda ceria itu, diwarnai dengan gejolak kembang belia. Hehe. Malam minggu biasanya diisi dengan behura-hura, pergi nonton konser, ke club, get other people very drunk karena dulu saya ga minum alkohol, lalu menginap. Keesokan harinya, minggu pagi, biasanya saya dianterin pulang ke rumah. Maka ditempuhlah perjalanan cukup panjang, dan bukan berarti bebas hambatan. Dulu belum jaman nyolokkin iPod ke sound system mobil, dan kami berpuas dengan mendengarkan kaset. Di mobilnya hanya ada beberapa kaset, tapi yang selalu diputar adalah album Jane-nya Maroon 5 ini.
Tentu saja lagu favorit adalah Sunday Morning. “Pas banget ya, ini kan Minggu Pagi.” Bernyanyi-nyanyi sepanjang jalan tol yang cukup lengang. Lebih sering panas daripada hujan. Saya masih dengan mata ngantuk dan dia masih sedikit pusing. Tapi kami hanya berdua di mobil dan terus terang saya menikmati kesendirian ini. Diiringi Adam Levine yang berdendang, “Driving slow in Sunday Morning, and I never want to leave.” Kami berdua, muda dan bahagia.

Perasaan bersalah akan merayap setelahnya. Maka itu, setelah saya didrop di rumah, saya akan menyalakan handphone lalu mengetik sms <i>“Hai say! Sorry tadi malem hp-nya abis batre. Dita ketiduran/nginep di rumah ___ (insert nama temen cewek)/begadang nulis/main game. Hari ini mau kemana? Kita lunchdate yuk!”</i>

Day 14 - a song that no one would expect you to love


Akibat selera musik saya yang cukup random, rasa-rasanya setiap jenis musik dan lagu memiliki peluang yg sama untuk disuka ataupun dibenci. Tapi beberapa orang cukup terkesiap saat melihat ada band ini terselip di daftar Artist di iPod saya. Edan Dita, jadul banget.
Saya mengernyitkan kening. Carpenters bukannya lebih jadul ya?

Sebenarnya saya juga ga menyangka bahwa saya dengan semangat menaikkan lagu-lagu the Bijis di iPod. Sengaja ngedengerin, niat betul. Apalagi dulu sering sekali bernyanyi-nyanyi plesetannya Staying Alive menjadi “Lah lah lah lah sayangilah sayangilah...” Kok ya dipoyok dilebok, excuse my French.
Tapi setelah mencermati beberapa lagu lainnya, they are not bad. Saya bisa bolak-balik dengerin Run to Me dengan ekspresi termehek-mehek atau bernyanyi Too Much Heaven dengan sepenuh hati. Dan dari semuanya, lagu berikutlah yang jadi favorit:

<iframe width="425" height="349" src="http://www.youtube.com/embed/32gAi27WrSU" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe>

Lho kok malah yg versi Feist? Karena cari-cari di Youtube, versi Bee Gees ga ada official video-nya. Lagipula, lirik lagunya lebih sesuai kan: “I’m the girl who loves you inside and out, backward and forward with my heart hangin’ out.” Oh oh, bagian favorit saya yang ini nih: “Too many lovers in one lifetime, ain't good for you,” yang diteruskan di bagian berikutnya “Too many heartaches in one lifetime ain't good for me.” Duh, karunya teuing euceu. Oops, excuse my French again.

Baiklah pemirsa, put on your bell-bottom pants, your wedges and that flower-printed shirt. Let’s dance to the song :)

Tuesday, 3 April 2012

Life essential skills: dreaming and letting go

Tahun ini saya ketemu seseorang yang bilang ingin menulis buku. Buku apa? Buku tentang mimpinya. Karena dia merasa telah melakukan berbagai pencapaian hingga ia berada disini sekarang. Lalu dia seperti mengaca ke saya, kenapa kamu ga nulis buku tentang mimpi kamu?

Saya tercekat.Terus berbagai pikiran berkecamuk di kepala saya. Bok, saya kan bukan Andrea Hirata atau mario Teguh. Siapa sih gw? *garuk-garuk kepala*
Tapi terus kepikiran lagi, hidup ini haruslah terus berbagi dan menginspirasi, ya ga sih? Apa kita mulai aja penulisan buku tentang mimpi itu ya?*garuk-garuk kepala* *ketombean kayaknya*

Lalu saya flashback deh.
Kata siapa saya ga suka bermimpi. Hobinya tidur ya pasti bermimpi dong. Hihihi. Dan ya saya ada disini juga karena cukup banyak pingin ini pingin itu. Mungkin kalau pertanyaan untuk nulis buku tentang mimpi dilontarkan dua tahun yang lalu, sekitar tahun 2009, saya akan dengan antusias, ayo kita bermimpi! Tuhan begitu murah hatinya pada saya di tahun-tahun itu. Rata-rata kepinginan saya dikabulkan semua.Tapi di tahun 2010 dan 2011, saya belajar hal lain yang ternyata lebih penting dari bermimpi.

Perbandingan antara tahun 2009 dan 2010-lah yang membuat saya merasa diuji berkali-kali.
Tahun 2009: mahasiswa, miskin tapi bahagia, banyak teman, punya pacar, punya sesuatu yang dikejar semacam nilai A, pesta pora, mabuk-mabukan, pacaran, jalan-jalan dan jatuh cinta berkali-kali pada si ganteng.
Tahun 2010: pengangguran, semakin miskin dan semakin ga bahagia, kehilangan banyak teman, jomlo sejomlo-jomlonya, bingung mau ngejar apa, jarang pesta, mabuk-mabukan sih teuteup, pacaran sama tembok, ga jalan-jalan karena ga punya uang dan kehilangan sosok buat jatuh cinta.
Hah.
Saya ga ngerti, Tuhan ko tiba-tiba merenggut semua yang indah-indah di tahun sebelumnya. Ini gimana ini maksudnyaaa...
Saya bermimpi punya kehidupan yang membuat semua orang iri, tapi terus saya yang iri pada kehidupan orang lain. Saya ini maunya apa siiihhhh?? *nangis kejer*

Jadi ya begitulah. Di tahun 2010 saya mati-matian mempertahankan sikap positif saya. Saya selalu percaya semua ini ada jawabannya. Tapi rasanya lelah sekali kalau surat lamaran ditolak, pergi kencan dengan cowok-cowok buwek, lalu hau hau kangen si mantan. Energy saya habis untuk tersenyum di depan orang-orang. Di banyak titik, saya ingin berhenti, menyerah pada keadaan dan tanda tangan surat nikah. *lho?* eh salah. Ya, di banyak titik, saya ingin sekali teriak-teriak ke dunia luar, udahlah situ ga usah mimpi, life sucks anyway if you don't get your dreams. Tapi ya enggak dong, orang lain cuman senyum-senyum penuh arti dan mereka ga ngerti kalo ada orang yang ga bisa mencapai mimpinya.
Saya ditempatkan di posisi terlalu banyak mimpi dan bingung harus ngapain untuk meraihnya. Semua usaha saya ke arah sana, seolah-olah digagalkan oleh tangan-Nya. Saat surat lamaran terakhir saya untuk magang di US ditolak, akhirnya saya ya udahlah. Mabuk-mabukan saja. Haha. Saya akhirnya pasrah dan lalu berdendang bersama Corinne Bailey Rae. Mari kita nonton konser Cranberries, jingkrak-jingkrak dan bahagia saja dengan apa yang sudah dimiliki. Syukur masih punya kerjaan, masih punya teman-teman yang seru diajak ngobrol. Dalam soal jodoh, saya bertemu seorang teman yang dengan cerdasnya bilang "Lebih seru proses pencariannya Dit, daripada pas udah nemu." Ah, benarkah? Saya orang yang percaya pada proses, maka dari itu, yuuukkk kencan lagi. Hihi.

Attitude saya jadi sedikit berubah. Akhirnya saya berhasil kembali mencintai dunia ini, walaupun saya berpijak di bumi dan bukan terbang meraih mimpi-mimpi saya. Enak rasanya, karena bumi toh indahnya bukan main. Saya ingin pasang foto-foto liburan di tempat keren semacam di Gold Coast, tapi ya kalau memang liburannya di UK alias Ujung Kenteng, itu juga asik. Saya pingin pamer apartemen keren, tapi ya in the meantime kostan saya di Kebon Sirih sungguhlah sangat nyaman. Saya pingin pamer tanline pulang dari Bali, tapi tanline saya ini akibat sering naik ojek keliling Jakarta, tapi ya keren juga kok. We can be better, but we what we have is good enough.

Jadi saya berpikir ulang kalau harus menulis buku tentang mimpi. Saya mau nulis teenlit saja. Tentang anak remaja yang pandai bermimpi tapi juga berlapang dada akan segala perubahan dirinya.